Karya Tulis Ilmiah
KTI Orthopedi : PENERAPAN BLADDER TRAINING PADA PASIEN POST OPERASI DENGAN MASALAH KEPERAWATAN RETENSI URINE
Retensi urine merupakan salah satu komplikasi yang sering terjadi pada pasien pascaoperasi
akibat efek anestesi, nyeri, maupun gangguan fungsi kandung kemih. Kondisi ini
menyebabkan ketidakmampuan mengosongkan kandung kemih secara optimal sehingga
meningkatkan risiko infeksi saluran kemih dan memperlambat proses pemulihan. Bladder
training merupakan intervensi keperawatan nonfarmakologis yang bertujuan melatih fungsi
kandung kemih agar mampu berkontraksi dan berelaksasi secara optimal. Tujuan studi kasus
ini adalah menggambarkan penerapan asuhan keperawatan melalui intervensi bladder
training dalam mengatasi retensi urine pada pasien post operasi. Metode yang digunakan
adalah studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan pada dua pasien post operasi yang
mengalami retensi urine. Instrumen yang digunakan berupa lembar pengkajian keperawatan
dan lembar observasi status eliminasi urine. Intervensi bladder training diberikan tiga kali
sehari selama periode asuhan keperawatan. Sebelum intervensi, kedua pasien mengalami
kesulitan memulai berkemih, sensasi kandung kemih penuh, pengeluaran urine sedikit,
berkemih tidak tuntas, serta masih memerlukan kateter. Setelah intervensi, pasien mampu
berkemih secara mandiri, jumlah pengeluaran urine meningkat, keluhan berkemih tidak tuntas
berkurang, dan eliminasi urine menjadi lebih lancar. Hasil studi menunjukkan bahwa bladder
training efektif membantu pemulihan fungsi eliminasi urine pada pasien post operasi sehingga
dapat direkomendasikan sebagai salah satu intervensi keperawatan mandiri untuk mengurangi
retensi urine, meningkatkan kenyamanan, mempercepat pemulihan.
| KTI20262301002 | KTI20262301002 PUT P | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain